cantikdanbugil

Cerita Seks Remaja : Bercinta Di Kamar Kost Ayu

Cerita Seks Remaja : Bercinta Di Kamar Kost Ayu

Kisah ini memang sangat dramatis dan sampai sekarang masih menyisakan kenangan bagiku sehingga aku tidak bisa melupakannya. Cerita Seks Remaja : Gadis itu sebut saja bernama Ayu Farida campuran Sunda dan Cina. Perkenalanku dengan Ayu sebatas antara kakak kelas dan adik kelas. Cerita Seks Remaja : Dia angkatan 96 sebuah perguruan tinggi swasta terkenal di Jogja, di jalan Kaliurang.


Suatu hari, saya terserang flu berat. Dia datang ke kost-ku. Setelah masuk kami ngobrol bareng dan pintu setengah tertutup. Selama ngobrol itu saya melihat dadanya yang besar dan wajahnya tampak cantik peranakan Sunda-Cina. Perlahan-lahan saya memegang tangannya. Dia juga merespon. Dia mulai duduk dan langsung kupeluk. Dia tidak berontak. Ketika mulai kurebahkan ke tempat tidur, dia tidak memberontak. Saya mulai memegang dadanya yang tampak sudah tegang. Ukurannya BH-nya sekitar 34 dengan merk triumph. Saya mainkan lidah dan tangan saya. Waktu tanganku memegang liang kewanitaannya, tangannya menepis. Karena senjataku sudah tidak kuat maka saya paksa. Dia terus memberontak.

“Mas apa-apaan kamu… jangan Mas.”
Aku tidak mempedulikan. Badanku yang besar membuat dia tidak berdaya. Aku menarik lepas pakaiannya, dia memberontak. Akhirnya pakaiannya bisa kulepas dengan perjuangan besar. Sambil kutindih, pakaianku kulepas satu persatu. Dia masih memberontak. Karena sudah tidak kuat kumasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya.

“Mas jangan… Mas jangan..” Kupegang kedua buah tangannya dan kujepit kakinya dengan kedua kakiku. Sambil tanganku sesekali menuntun batang kemaluanku ke lubang kenikmatannya. Lubang surganya tampak merah dengan bulu kemaluan yang kecil dan halus. Kupaksakan batang kemaluanku, akhirnya masuk juga. Ternyata benar juga dia sudah tidak perawan lagi. Kumasukkan dan kugoyang. “Mas jangan.. Mas..”

Cerita Seks Remaja : Lama-lama pantatnya ikut bergoyang dan tangannya memegang sprei karena batang kemaluanku besar sekali. “Ah Mas.. ah aduh sakit Mas.. pelan-pelan Mas.. aduh Mas aku mau orgasme…” Setiap kutekan masuk dia kesakitan dan mengimbangi gerakanku dengan bergoyang. Sesekali lidahku menetek di buah dadanya. Saat kami sedang asyik, tiba-tiba pintu kamarku dibuka oleh temanku, Imam. Pada saat itu Ayu orgasme. Saya terkejut dan merangkul Ayu sementara batang kemaluanku masih di dalam liang kewanitaannya.

“Eh pada ngapain kalian…”
“Mam, keluar sana..”
Imam merasa tahu diri akhirnya pergi. Terpaksa saya mengulangi permainan itu. Saya mulai menuruni ke bagian liang kewanitaannya. Saya jilati dan sesekali tanganku kumasukkan ke dalam liang senggamanya. “Mas aduh Mas.. Mas sudah Mas..” Saya pegang klitorisnya dan dia mengerang. Dia orgasme lagi dan saya jilat air maninya. Wangi sekali.

“Mas aku keluuuar…” Tubuhnya mengejang memegangi rambutku. Dia tampak lemas. Saya belum keluar juga. Saking penasaran saya tarik pantatnya ke pinggir ranjang. Saya jilati lagi liang kenikmatannya.
“Mas berhenti sebentar, capek nihhh..” pintanya manja.
“Tidak, kita main terus mumpung ada waktu”, balasku bernafsu.
Dengan ogah-ogahan akhirnya dia mau. Pelan-pelan liang kewanitaannya kutusuk dengan batang kemaluanku. Dia bergoyang dan saya mendorong turun naik memainkan batang kemaluanku. “Uh Mas.. uh pelan Mas sakit nich..”

Setelah sekian lama bermain saya tak kunjung keluar, sedangkan Ayu sudah keluar, langsung kuputar tubuhnya kusuruh menungging dan kumasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya. “Ah Mas, sakit Mass… Jangan diterusin”, katanya dengan nada merengek-rengek. Dengan tenaga ekstra dan cepat batang kemaluanku kusodok-sodokkan ke dalam liang senggamanya. Tidak lama kemudian saya merasakan batang kemaluanku panas dan keluar air maninya. “Mas aku mau keluar.. cepat Mas.. aku keluar Masss..” Kami pun keluar bersamaan. Tubuhku lemas dan merangkul tubuhnya. Kami berhenti sebentar.

Cerita Seks Remaja : Tidak berapa lama kemudian dia membereskan pakaiannya. Dia memakai baju dan rok panjangnya yang berwarna indah. Sebelum keluar kamar dia berpamitan dan aku mengucapkan terima kasih. Tiba-tiba pikiranku untuk menyetubuhinya mulai memuncak lagi. Waktu Ayu mau keluar, kutarik lagi tangannya. “Mas udah Mas…” Saya paksa dan kutarik pinggulnya. Sambil terus menggerayanginya, saya bersihkan meja dari buku-buku. Saya letakkan Ayu di atas meja sedangkan kakinya menjuntai ke lantai. Saya singkap roknya dan saya tarik celana dalamnya. Setelah itu saya hujamkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya. Saya masuk keluarkan. “Mass udah Masss.. udah mass.. udah nggak kuat nih…” Suaranya sudah tak terdengar lagi, saya konsentrasi memasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya. Akhirnya dia tidak kuat. “Mas keluar Masss…” Tidak berapa lama saya keluar juga, “Ahhh…” Kumasukkan air maniku ke dalam liang kewanitaannya. Dia seperti menangis, entah merasa kesakitan atau kenikmatan, setelah itu dia pulang. Sangat disayangkan kalau pengalaman itu hanya terjadi sekali karena Ayu sudah tidak mau bertemu lagi denganku. Kabarnya dia sekarang berhubungan dengan temanku. Pesanku kepada seseorang yang merasa memiliki cerita ini, saya merindukanmu dan celana dalammu masih ada di tanganku.

Parah Neh Cewek Belajar Sambil Telanjang



Belajar Sambil Bugil…Belajar Sambil Bugil…Belajar Sambil Bugil…Belajar Sambil Bugil…Belajar Sambil Bugil











- See more at: http://bocorantogelllz.blogspot.com/2015/01/parah-neh-cewek-belajar-sambil-telanjang.html#sthash.3Hw5CGep.dpuf
Cerita Dewasa Perawatan Medis Plus

Cerita Dewasa Perawatan Medis Plus



Cerita Dewasa Perawatan Medis Plus – Saya terbangun dipagi hari dengan perasaan sakit yang luar biasa. Kepala saya terasa berat, badan saya panas sekali, dan badan tidak terasa bertenaga. Saya mencoba bangun dan sarapan. Setelah makan, saya malah terasa semakin lemas. Akhirnya saya SMS sekretaris saya untuk bilang tidak masuk kantor karena sakit. Jam 11 siang saya terbangun, kepala terasa semakin berat dan lemas sekali.

gumam saya.Saya minta pembantu saya untuk panggil taksi. Setelah taksi tiba, saya berangkat dan minta diantar ke rumah sakit swasta yang besar di daerah kuningan, Jakarta. Saya langsung masuk ke unit gawat darurat dan tim medis langsung menangani saya. Darah saya diambil untuk dites dan sebuah infus dipasang dilengan kiri saya. Sejam kemudian, dokter memberitahukan hasil lab yang menyatakan trombosit darah saya jauh dibawah normal. Saya diminta untuk diopname.

Sambil mengisi registrasi rumah sakit, saya minta kamar VIP dan menelepon orang tua saya bahwa saya diopname dan minta dibawakan baju ganti dari rumah saya. Setelah urusan beres, saya langsung diantar ke kamar VIP. Selesai makan siang dan obat, saya langsung tidur dengan pulas. Sore hari, orang tua saya datang membawa baju ganti, dsb. Saya wanti-wanti mereka untuk tidak memberitahu kakak atau saudara saya karena tidak mau diganggu selama diopname.

Selasa

Jam 5:45 pintu kamar saya terbuka, seseorang membawa sarapan disusul oleh seorang pria yang membawa kotak putih, rupanya ia perlu mengambil darah saya untuk dibawa ke lab. Kepala saya masih sakit, badan masih panas dan masih tak bertenaga. Selesai sarapan kembali saya tertidur. Jam 6:30, seorang suster masuk.

“Selamat pagi Pak Arthur, saya mandikan ya supaya segar” kata suster.

Saya membuka mata sedikit dan mengangguk. Si suster dengan cekatan membuka baju dan celana tidur saya. Seluruh tubuh saya dioleskan dengan sabun cair lalu digosok setelah itu dilap dengan handuk basah. Selama dimandikan, saya menutup mata saya karena masih pusing. Sesekali saya membuka mata, saya perhatikan si suster bernama Mia (bukan nama asli). Tubuhnya langsing, rambutnya pendek, dadanya terlihat membusung dibalik baju seragam perawatnya.

“Pak, mau dibersihkan daerah selangkangan?” suster Mia bertanya.
“Ya boleh aja” jawab saya malas-malasan.

Celana dalam saya dibuka dan kembali suster Mia mengoleskan sabun cair dan membersihkan daerah selangkangan lalu dilap dengan handuk basah. Selama dibersihkan didaerah selangkangan, kontol saya terkulai dengan lemas. Ternyata urat mesum saya sedang tidak beraksi sama sekali, hahahaha. Penghiburmaya.com Setelah beres, suster Mia membantu saya memakai pakaian yang bersih dari tas saya lalu saya mengucapkan terima kasih. Jam 8, dokter datang untuk memeriksa kondisi saya kemudian saya melanjutkan tidur.

Rabu

Rutinitas pagi hari kembali terulang, sarapan diantar lalu datang si pria yang meminta darah saya (udah kayak drakula minta darah) dan kembali suster Mia datang untuk memandikan saya. Kepala saya masih sakit walaupun tidak separah kemarin dan badah masih hangat. Kali ini sambil dimandikan, mata saya terbuka lebar dan tertuju pada TV walaupun sekali-sekali melirik ke tubuh suster Mia. Wajahnya saya perhatikan, ternyata cantik juga dia. Jika dilihat sepintas mirip Wanda Hamidah. Kalau tersenyum, maka sebuah lesung pipit akan terlihat di pipi sebelah kanan. Kembali suster Mia menawarkan untuk membersihkan daerah selangkangan, saya perbolehkan. Kontol saya masih terkulai lemas. Rupanya badan lemas memang tidak akan mampu membuat kontol berdiri.

Saya melewati hari ini dengan lebih banyak tidur supaya cepat sehat. Sekali-sekali saya nonton TV tapi setelah itu kembali tidur.

Kamis

Pagi ini saya merasa cukup segar, kepala sudah tidak lagi sakit, temperatur badan sudah kembali normal dan tenaga tubuh terasa sudah membaik. Tidak sabar saya menunggu dimandikan suster Mia. Selesai sarapan dan pengambilan darah, suster Mia datang.

“Halo selamat pagi, kelihatannya sudah segar Pak Arthur” kata Mia dengan tersenyum.
“Panggil Arthur saja, enggak usah pakai Pak. Iya, sudah jauh lebih baik” kata saya dengan tersenyum.
“Wah kalau begitu enggak perlu ya dimandikan, bisa mandi sendiri” goda Mia.
“Kalau saya sehat, saya tidak ada disini, suster” jawab saya sambil tertawa.
“Hahaha, bisa saja Arthur” kata Mia.

Mia membuka baju dan celana tidur saya. Saat mengoles dada dan punggung saya dengan sabun cair, saya melirik kearah dadanya, wah besar juga! Mia menggosok dada, punggung dan lengan saya. Bibir Mia yang merah terasa dekat sekali saat itu membasuh dada saya dengan handuk basah. Ingin rasanya menciumnya. Lalu Mia melanjutkan membersihkan paha dan kaki saya. Tangannya yang lembut saat menyentuh paha saya tiba-tiba membangunkan urat mesum saya dan langsung kontol saya berdiri, hore! Mia tetap melanjutkan membasuh paha dan kaki walaupun sekali-sekali saya menangkap matanya melirik kearah kontol saya.

“Mau dibersihkan selangkangannya?” tanya Mia.
“Boleh, silakan” kata saya sok cuek.

Tangan Mia meraih celana dalam saya dan perlahan ia menariknya kebawah. Kontol saya langsung terayun kearahnya. Mia lalu membalur sabun cair di daerah selangkanganku. Tangannya terasa lembut sekali dan kontol saya terasa semakin mengeras.

“Maaf ya kalau ereksi” jawa saya sedikit malu.
“Tidak apa-apa kok, normal kok” jawab Mia sambil tersenyum.

Duh senyumannya membuat jantung saya berdegup dengan kencang. Mia kelihatannya hati-hati untuk tidak sampai menyenggol kontol saya. Selesai mandi, Mia membantu saya memakai baju lalu saya nonton TV sambil menunggu dokter datang.

Jum’at

Saya sudah merasa sehat sekali. Saya kembali membayangkan kenikmatan dimandikan oleh si cantik suster Mia. Sarapan dan tukang palak darah pun datang, dan sekarang saatnya mandi. Penghiburmaya.com Pintu kamar saya terbuka dan tiba-tiba yang muncul bukan Mia melainkan suster lain yang sama sekali tidak menarik.

“Aarggh, shit, who the hell are you?, I want Mia” jerit saya dalam hati.

Suster itu menawarkan untuk dimandiin. Serta merta saya menolak, saya bilang saya cukup kuat untuk mandi sendiri. Suster itu membantu saya ke kamar mandi setelah itu meninggalkan kamar saya. Selesai mandi, dokter datang dan membawa hasil lab terbaru. Trombosit darah saya sudah kembali normal. Nanti siang saya diijinkan untuk membuka infus dan kalau segala sesuatu baik maka hari Sabtu boleh pulang. Saya agak sedih tidak ketemu Mia, seharian saya melewatkan waktu dengan nonton TV dan menanyakan ke sekretaris keadaan di kantor.

Malam hari setelah makan malam, orang tua saya pamit untuk pulang. Saya masih nonton TV untuk menunggu suster shift malam datang. Biasanya suster itu hanya akan memantau kondisi sebelum saya tidur. Tangan kiri saya sudah kembali bebas setelah jarum infus dicabut. Jam 21:30, pintu terbuka dan suster Mia muncul.

“Selamat malam Arthur, sudah sehat?” Mia bertanya dengan tersenyum.
“Halo Mia, saya sudah merasa sehat. Kok sekarang datangnya malam?” tanya saya.
“Biasa, rotasi jam kerja” kata Mia.
“Senang melihat Mia lagi” kata saya sedikit merayu, tanpa saya sadari saya menyentuh lengan Mia. Mia tersenyum dan membiarkan tangan saya memegang lengannya.
“Gimana kabarnya? Masih lemas?” tanya Mia.
“Sudah sehat, kan tadi sudah saya jawab” kata saya sedikit bingung.
“Bukan kamu, tapi adik kamu” kata Mia dengan pandangan menggoda.
“Coba saja kamu tanya sendiri” kata saya sambil tersenyum.

Dengan mata yang tetap tertuju pada mata saya, Mia mengulurkan tangannya ke arah kontolku. Ia meremas kontol saya dari balik selimut.

“Besar ya, Arthur” kata Mia.
“Buka aja celananya” kata saya.

Mia membuka celana piyama dan celana dalamku. Kontol saya langsung digenggam. Mia membungkukkan dadanya kearah saya dan saya langsung mencium bibirnya, saya buka kancing baju seragamnya lalu saya tarik BHnya kebawah. Payudaramia cukup besar, berukuran 34B. Putingnya berwarna coklat muda dan payudaranya terlihat sedikit menurun. Dengan gemas, saya cium bibir Mia sambil meremas dan memelintir puting Mia. Mia membalas dengan meremas dan mengocok kontol saya. Penghiburmaya.com Setelah berciuman agak lama, Mia melepaskan dirinya dan menghisap kontol saya. Lidahnya menyapu seluruh kepala kontol lalu ke batang kontol dan biji. Hmm, nikmatnya.

Saya mengangkat rok putih Mia dan terlihat celana dalamnya berwarna putih. Saya remas pantatnya yang tidak terlalu besar lalu saya elus vaginanya dari belakang pantatnya. Mia menggelinjang kegelian. Saya menyelipkan jari saya kebalik celana dalamnya dan mengelus-elus vaginanya. Terasa bulu-bulu kemaluan Mia disekitar vaginanya. Vagina Mia sendiri terasa basah dan licin. Wah kelihatannya Mia sudah orgasme, mungkin saat kita ciuman dia mengalami orgasme. Jari saya sibuk mengelus vagina dan memainkan klitorisnya. Nafas Mia mendengus-dengus dan ia menghisap kontol saya semakin keras.

Tiba-tiba terdengar suara orang berjalan di gang. Mia langsung tersentak dan membetulkan bajunya. Ia berjalan ke pintu dan mengintip keluar, rupanya hanya orang yang keluar dari kamar selesai membesuk. Mia tersenyum dan berkata

“Arthur, saya enggak berani melakukannya disini, takut supervisor saya lewat”
“Sebentar saja, enggak ketahuan kok asalkan kita tidak berisik” ujar saya.
“Hari Senin saja ya ditempat saya” kata Mia dengan wajah yang memelas.
“Sebentar saja sayang, 10 menit deh” ujar saya dengan nafsu yang sudah naik ke ubun-ubun.

Saya turun dari tempat tidur saya dan menghampiri Mia. Saya cium bibirnya dan Mia membuka baju, saya praktis telanjang bulat. Mia lalu membuka baju seragamnya dan menurunkan BHnya lalu mengangkat roknya dan celana dalamnya ditarik kebawah kakinya. Kami berciuman dengan penuh gairah. Saya menuntun Mia ke sofa, saya duduk disofa dan Mia duduk dipangkuanku menghadap saya. Saya mencium buah dadanya yang besar.

Mia mendesah dengan nikmat. Ia mengangkat pantatnya dan menuntun kontol saya kearah vaginanya. Vaginanya yang sudah basah membuat kontol saya masuk dengan mudah. Mia mendongak sambil memejamkan matanya menikmati kontol saya. Ia menggoyangkan pinggulnya naik turun dan memutar-mutarnya. Kontol saya terasa seperti ditarik dan diremas bersamaan. Nikmat sekali. Payudara Mia bergoyang-goyang dimuka saya dan langsung saya sambar putingnya dengan gigiku dan menggigitnya.

Dengan penuh gairah Mia memainkan kontolku dalam vaginanya. Bibirnya ia gigit agar tidak sampai berteriak. Saya sendiri berusaha menutup mulut saya dengan membenamkan kepala saya di buah dada Mia.

“Sshh.. Enak Arthur, enak sekali” ujar Mia mendesis.

Bagaikan kuda liar, Mia terus mengayun-ayunkan pantatnya. Keringat menetes dengan di kening dan dadanya. Wajahnya yang cantik terlihat semakin cantik meluapkan gairah didalam dirinya. Saya melirik ke bagian bawah perutnya, terlihat bulu kemaluannya yang agak lebat. Biasanya saya sedikit turn-off melihat wanita yang bulu kemaluannya lebat tapi kali ini gairah saya tidak padam malah semakin membara.

Tanpa mengeluarkan kontol saya atau mengubah posisi ML, saya mengangkat Mia. Mia memeluk saya dan kakinya melingkar di pinggang saya. Saya baringkan Mia di sofa, Mia menekuk kakinya lalu merapatkannya sehingga kontol saya terasa semakin rapat di vaginanya. Saya mulai menggenjot vagina Mia. Saya condongkan dada saya sehingga menyentuh dengkul Mia. Mata Mia tidak lepas dari mata saya. Penghiburmaya.com Tangan kanan saya meremas payudara Mia sedangkan tangan kiri saya meraih ke anus Mia dan memainkannya. Mia mendelik saat saya memasukkan jari tengah saya ke anusnya, perlahan tangan kanannya meraih jari saya danmenariknya keluar

“Jangan sayang, sakit” ujar Mia.

Saya terus menggenjot Mia dengan penuh gairah. Mia meremas-remas payudaranya sendiri sambil memejamkan matanya. Tak lama kemudian saya merasakan akan ejakulasi.

“Mau keluar Mia”

Mia langsung menurunkan kakinya sehingga kontol saya tercabut dari vaginanya, ia duduk lalu meraih kontol saya. Kontol saya langsung diremas dengan gemas dan dimasukkan ke mulutnya. Tangan kanannya meremas-remas biji sedangkan tangan kirinya memegang batang kontolku. Saya memegang kepala Mia dan menekan-nekan kepalanya sehingga kontol saya terasa masuk lebih dalam kedalam mulut Mia.

Kontol saya langsung memuntahkan peju kedalam mulut Mia yang mungil. Peju saya terlihat memenuhi mulut Mia sehingga ia terpaksa mengeluarkan kontol saya dari mulutnya dan menelan peju saya kemudian menjilat sisa peju yang turun di batang kontol. Kontol saya langsung bersih dijilat. Saya sebenarnya masih penasaran belum menjilat vagina Mia, tetapi Mia cepat-cepat memakai bajunya dan membereskan rambutnya. Keringat di dahinya ia lap dengan tissue. Kemudian ia mengambil bolpen dan menulis alamat dan nomor handphonenya.

“Saya off-duty hari Senin. Kamu pasti boleh pulang besok. Tapi nanti dokter akan minta kamu istirahat beberapa hari. Datang aja ya ke kost saya hari Senin” kata Mia. Saya cium bibir Mia dan Mia bergegas keluar.

Sabtu

Hari Sabtu saya akhirnya boleh pulang dan persis seperti yang dibilang Mia, saya diminta untuk istirahat dirumah sampai hari Rabu.

Senin

Jam 9 pagi saya sudah tiba di tempat kost Mia, sebelumnya saya sudah menelepon Mia untuk datang kesana. Mia telah menunggu diruang tamu tempat kostnya. Ia mengenakan celana pendek warna coklat dengan kaos lengan buntung yang ketat.

“Hai, akhirnya datang” seru Mia dengan senang. Mia langsung mengajak saya ke kamarnya.
“Kangen dengan Mia” kata saya sambil mencium bibirnya.
“Iya, saya kangen juga, masih penasaran dengan kontol kamu” jawab Mia sambil ciuman.

Saya membuka kaos dan celana pendek Mia. Tampak celana dalam model g-string berwarna hitam dikenakan Mia. Mia lalu gantian membuka baju dan celana panjang serta celana dalam. Kemudian Mia jongkok didepan saya lalu mulai menghisap kontolku. Selang beberapa menit menghisap kontol, saya meminta Mia berdiri lalu saya baringkan ditempat tidur. Saya cium payudaranya sambil tangan kanan saya mengelus vaginanya dari balik celana dalam. Mia memejamkan matanya menikmati kenikmatan yang saya berikan. Putingnya secara gantian saya hisap dan gigit lalu saya turun ke perut Mia. Mia menjerit geli saat saya gigit perutnya.

Dengan tak sabar saya mulai mencium vaginanya dari balik celana dalamnya, kemudian saya tarik celana dalamnya sampai ke dengkulnya. Wah ternyata Mia telah mencukur bulu kemaluannya sehingga terlihat tipis dan rapih, beda dengan malam sebelumnya yang bulu kemaluannya terlihat lebat. Saya jilat vaginanya yang berwarna merah, klitorisnya yang besar tidak luput dari gigitan saya. Mia menjerit-jerit kecil menerima gigitan-gigitan di klitorisnya. Saya membalikkan tubuh Mia lalu membuat posisi doggy style. Mia nungging didepan saya, pantatnya yang mungil saya remas dengan keras lalu saya minta Mia membungkuk lebih dalam sehingga anusnya terlihat. Saya jilat anusnya, Mia menggelinjang kegelian. Kemudian saya mulai mengarahkan kontol kedalam vagina Mia.

“Aahh, enak Arthur, enak sekali. Terus sayang. Lebih keras” pinta Mia.

Vagina Mia terasa hangat dan basah. Saya memegang pantatnya dan menggenjot vagina Mia dengan penuh nafsu. Mia mendesis-desis sambil memutar-mutar pantatnya. Setiap kali Mia memutar pantatnya, kontol saya terasa seperti ditarik lebih dalam divaginanya. Entah bagaimana caranya dia bisa melakukan itu. Saya memejamkan mata menikmati pijitan kontol saya dalam vagina Mia. Mia kemudian meluruskan kakinya sehingga tubuhnya rata dengan kasur, saya terpaksa harus menurunkan badan saya dan menindih tubuh Mia dari belakang. Tapi dengan gaya ini, kontol saya terasa semakin sempit memasuki vagina Mia karena dihimpit oleh paha Mia.

Tidak lama kemudian saya ejakulasi. Saya melenguh dengan keras dan tubuh Mia ikut mengejang pertanda ia juga orgasme. Saya lalu menindih tubuh Mia tanpa mengeluarkan kontol saya. Mia kemudian memutar tubuhnya lalu gantian menindih dada saya. Kami saling berciuman dan istirahat.

“Arthur, mau nggak kalau ada variasi?” tanya Mia.
“Variasi seperti apa?” tanya saya balik.
“Ada orang ketiga” sahut Mia.
“Siapa?”
“Namanya Desi, dia suster juga tapi kerjanya di lantai 2 dirumah sakit yang sama”
“Boleh aja, sekarang?”
“Bisa, tinggal telepon dan nanti dia datang dari kamar sebelah”
“Hah? Dia disebelah? Cantik nggak?” tanya saya bertubi-tubi. Kalau nanti yang datang suster yang mau mandiin saya waktu hari Jum’at pagi kan repot, pikir saya dalam hati.
“Cantik, jangan takut deh. Dia satu kost dengan saya” jawab Mia sambil meraih handphonenya.

Rupanya Mia telah bercerita kepada temannya mengenai persetubuhan kita di rumah sakit. Dan lebih mengejutkan lagi, Desi ini juga sering bersetubuh atau setidaknya oral sex dengan pasien. Hmm, nakal juga suster-suster ini, pikir saya dalam hati. Dalam waktu kurang dari semenit, Desi mengetuk kamar Mia dan dibukakan oleh Mia. Wajah Desi boleh juga walaupun tidak secantik Mia. Penghiburmaya.com Desi memakai daster bercorak bunga-bunga dengan warna mencolok khas dari Bali. Dari balik dasternya tampak buah dadanya yang tidak disangga BH. Saya masih berbaring di tempat tidur dengan telanjang dan mata Desi langsung tertuju ke kontol saya.

“Halo Desi” kata saya untuk menghilangkan kecanggungan.
“Halo Arthur” sahutnya dengan sedikit malu.

Mia berdiri dibelakang Desi lalu membuka daster Desi. Desi langsung telanjang bulat. Desi tersenyum malu lalu mendekat kepada saya. Saya meremas payudaranya yang tidak sebesar Mia tapi bulat dan kencang. Pantat Desi sedikit lebih besar dari Mia, bulu kemaluannya terlihat tercukur tipis dan rapih. Desi meraih kontol saya dan mengelusnya. Kemudian ia membungkukkaan tubuhnya dan mulai menghisap kontol saya, saya raih pantatnya dan menariknya kearah muka saya sehingga kita dalam posisi 69.

Mia tampak mengambil handycam dan mulai merekam adegan saya dan Desi. Dengan gemas saya jilat vagina Desi, tercium bau sabun yang wangi. Desi membalas dengan menghisap kontol saya sambil meremas bijiku. Puas ber-69, saya minta Desi tetap nungging lalu saya masukkan kontol saya ke vaginanya. Vaginanya tidak sesempit Mia tetapi begitu kontolku masuk langsung terasa vaginanya berdenyut-denyut di kepala kontolku. Desi saya genjot dengan penuh gairah. Mia merekam setiap adegan sambil tangan kirinya mengelus vaginanya sendiri. Desi mengikuti irama goyangan saya dengan menekan pinggulnya dengan keras kepinggul saya sehingga kontol saya masuk lebih dalam ke vaginanya.

Mia kemudian meletakkan handycamnya di meja dengan posisi lensa mengarah kami, kemudian ia berlutut dibelakang saya lalu memelukku. Tangan kanannya meremas-remas biji saya. Rangsangan yang diperoleh dari Mia membuat saya menggenjot Desi semakin keras.

“Oohh.. Terus Arthur, terus Arthur.. Saya mau keluar” jerit Desi dengan keras.

Tubuh Desi mengejang dan terasa vaginanya Desi menjadi sangat becek. Desi langsung tengkurap dengan lemas dikasur. Wah belum apa-apa udah lemas, saya berkata dalam hati.

Langsung saya tarik si Mia dan masukkan kontolku ke vaginanya. Mia membuka kedua kaki dengan lebar dan menerima kontol saya dalam vaginanya. Saya meremas-remas buah dadanya dengan nafsu sambil menggenjot kontolku yang belum tuntas tugasnya. Saya melirik ke Desi dan ia kelihatannya kembali bergairah. Ia jongkok diatas muka Mia dan Mia langsung melahap vagina Desi. Desi melenguh setiap kali lidah Mia menyapu vaginanya. Saya mencium bibir Desi dan kita saling berpagutan. Setelah menyetubuhi Mia selama 10 menit, peju saya terasa mau keluar. Langsung saya cabut kontol saya dan menyodorkannya ke mulut Desi. Desi menerima dengan senang dan menghisap dan menelan peju saya. Mia sendiri masih asyik menjilat vagina dan anus Desi.

Saya terkulai ditempat tidur, Desi rebahan disebelah kiri dan Mia disebelah kanan. Mia memutar video adegan seks tadi. Sepanjang hari, kami bertiga terus bersetubuh dengan posisi yang berbeda. Kadang-kadang gantian saya yang meng-handycam Desi dan Mia yang ber-69 dan berciuman. Three-some yang sangat eksotis. Tubuh saya langsung terasa sehat dan segar.
Paksa Ngentot Adiku Yang Nakal “Cerita Sedarah”

Paksa Ngentot Adiku Yang Nakal “Cerita Sedarah”

Berikut Cerita yang Berjudul “Paksa Ngentot Adiku Yang Nakal“


Nama saya adalah Joni sungaceng, seorang anak smu yang doyan banget nge-seks dan jilatin memek seorang cewek. Aq punya adik cewek yang namanya Fina angelina. Aku dan adikku adalah anak orang kaya. Jika aku kelas 3 Smu, fina adikku saat ini duduk di kelas 3 smp mau lulus. Fina di sekolahny termasuk gadis, cewek yang sangat populer karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya. Aq sebagai seorang kakaknya selalu membayangkan jika adikku yang manis dan cantik itu aku setubuhi sendiri. Pasti kontolku bakalan nut-nutan.



Singkat kata, adikku fina memang seorang gadis yang sangat cantik dan merupakan kebanggaan orang tuaku. Selain itu dia juga sangat pandai membawa diri di hadapan orang lain sehingga semua orang menyukainya. Namun di balik semua itu, sang “putri” ini sebetulnya tidaklah perfect. Kepribadiannya yang manis ternyata hanya topeng belaka. Di dunia ini, hanya aku, kakak laki-lakinya, yang tahu akan kepribadiannya yang sesungguhnya. Kedua orang tuaku yang sering keluar kota untuk berbisnis selalu menitipkan rumah dan adikku kepadaku. Tapi mereka tidak tahu kalau aku kesulitan untuk mengendalikan adikku yang bandelnya bukan main. Di hadapanku, dia selalu bersikap membangkang dan seenaknya. Bila aku berkata A, maka dia akan melakukan hal yang sebaliknya. Pokoknya aku sungguh kewalahan untuk menanganinya.

Suatu hari, semuanya berubah drastic. Hari itu adalah hari Sabtu yang tak akan terlupakan dalam hidupku. Pada akhir minggu itu, seperti biasanya kedua orang tuaku sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis. Mereka akan kembali minggu depannya. Kebetulan, aku dan adikku juga sedang liburan panjang. Sebetulnya kami ingin ikut dengan orang tua kami keluar kota, tapi orang tuaku melarang kami ikut dengan alasan tak ingin kami mengganggu urusan bisnis mereka. Biarpun adikku kelihatan menurut, tapi aku tahu kalau dia sangat kesal di hatinya. Setelah mereka pergi, aku mencoba untuk menghiburnya dengan mengajaknya nonton DVD baru yang kubeli yaitu Harry Potter and the Order of Pheonix. Tapi kebaikanku dibalas dengan air tuba. Bukan saja dia tidak menerima kebaikanku, bahkan dia membanting pintu kamarnya di depan hidungku.

Inilah penghinaan terakhir yang bisa kuterima. Akupun menonton DVD sendirian di ruang tamu. Tapi pikiranku tidaklah focus ke film, melainkan bagaimana caranya membalas perbuatan adikku. Di rumah memang cuma ada kami berdua. Orang tua kami berpendapat bahwa kami tidak memerlukan pembantu dengan alasan untuk melatih tanggung jawab di keluarga kami. Selintas pikiran ngawur pun melintas di benakku. Aku bermaksud untuk menyelinap ke kamar adikku nanti malam dan memfoto tubuh telanjangnya waktu tidur dan menggunakannya untuk memaksa adikku agar menjadi adik yang penurut.

Malam itu, jam menunjukan pukul sebelas malam. Aku pun mengedap di depan pintu kamar adikku. Daun telingaku menempel di pintu untuk memastikan apa adikku sudah tertidur. Ternyata tidak ada suara TV ataupun radio di kamarnya. Memang biasanya adikku ini kalau hatinya sedang mengkal, akan segera pergi tidur lebih awal. Akupun menggunakan keahlianku sebagai mahasiswa jurusan teknik untuk membuka kunci pintu kamar adikku. Kebetulan aku memang mempunyai kit untuk itu yang kubeli waktu sedang tour ke luar negeri. Di tanganku aku mempunyai sebuah kamera digital.

Di kamar adikku, lampu masih terang karena dia memang tidak berani tidur dalam kegelapan. Akupun berjalan perlahan menuju tempat tidurnya. Ternyata malam itu dia tidur pulas terlentang dengan mengenakan daster putih. Tanganku bergerak perlahan dan gemetar menyingkap dasternya ke atas. Dia diam saja tidak bergerak dan napasnya masih halus dan teratur. Ternyata dia memakai celana dalam warna putih dan bergambar bunga mawar. Pahanya begitu mulus dan aku pun bisa melihat ada bulu-bulu halus menyembul keluar di sekitar daerah vaginanya yang tertutup celana dalamnya.

Kemudian aku menggunakan gunting dan menggunting dasternya sehingga akhirnya bagian payudaranya terlihat. Di luar dugaanku, ternyata dia tidak mengenakan kutang. Payudaranya tidak begitu besar, mungkin ukuran A, tapi lekukannya sungguh indah dan menantang. Jakunku bergerak naik turun dan akupun menelan ludah melihat pemandangan paling indah dalam hidupku. Kemudian dengan gemetar dan hati-hati, aku pun membuka celana dalamnya. Adikku masih tertidur pulas.

Pemandangan indah segera terpampang di hadapanku. Sebuah hutan kecil yang tidak begitu lebat terhampar di depan mataku. Sangking terpesonanya, aku hanya bisa berdiri untuk sekian lamanya memandang dengan kamera di tanganku. Aku lupa akan maksud kedatanganku kemari. Sebuah pikiran setanpun melintas, kenapa aku harus puas hanya dengan memotret tubuh adikku. Apakah aku harus mensia-siakan kesempatan satu kali ini dalam hidupku? Apalagi aku masih perjaka ting-ting. Tapi kesadaran lain juga muncul di benakku, dia adalah adik kandungku., For God Sake. Kedua kekuatan kebajikan dan kejahatan berkecamuk di pikiranku.

Akhirnya, karena pikiranku tidak bisa memutuskan, maka aku membiarkan “adik laki-lakiku” di selangkangku memutuskan. Ternyata beliau sudah tegang siap perang. Manusia boleh berencana, tapi iblislah yang menentukan. Kemudian aku meletakan kamera di meja. Aku pun menggunakan kain daster yang sudah koyak untuk mengikat tangan adikku ke tempat tidur. Sengaja aku membiarkan kakinya bebas agar tidak menghalangi permainan setan yang akan segera kulakukan. Adikku masih juga tidak sadar kalau bahaya besar sudah mengancamnya. Aku pun segera membuka bajuku dan celanaku hingga telanjang bulat.

Kemudian aku menundukan mukaku ke daerah selangkangan adikku. Ternyata daerah itu sangat harum, kelihatan kalau adikku ini sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Kemudian aku pun mulai menjilati daerah lipatan dan klitoris adikku. Adikku masih tertidur pulas, tapi setelah beberapa lama, napasnya sudah mulai memburu. Semakin lama, vagina adikku semakin basah dan merekah. Aku sudah tak tahan lagi dan mengarahkan moncong meriamku ke lubang kenikmatan terlarang itu. Kedua tanganku memegang pergelangan kaki adikku dan membukanya lebar-lebar.



Ujung kepala penisku sudah menempel di bibir vagina adikku. Sejenak, aku ragu-ragu untuk melakukannya. Tapi aku segera menggelengkan kepalaku dan membuang jauh keraguanku. Dengan sebuah sentakan aku mendorong pantatku maju ke depan dan penisku menembus masuk vagina yang masih sangat rapat namun basah itu. Sebuah teriakan nyaring bergema di kamar,” Aaaggh, aduh….uuuhh, KAK ADI, APA YANG KAULAKUKAN??” Adikku terbangun dan menjerit melihatku berada di atas tubuhnya dan menindihnya. Muka adikku pucat pasi ketakutan dan menahan rasa sakit yang luar biasa. Matanya mulai berkaca-kaca. Sedangkan pinggulnya bergerak-gerak menahan rasa sakit. Tangannya berguncang mencoba melepaskan diri. Begitu juga kakinya mencoba melepaskan diri dari pegangannku. Namun semua upaya itu tidak berhasil. Aku tidak berani berlama-lama menatap matanya, khawatir kalau aku akan berubah pikiran. Aku mengalihkan pandangan mataku ke arah selangkangan. Ternyata vagina adikku mengeluarkan darah, darah keperawanan.

Aku tidak menghiraukan semua itu karena sebuah kenikmatan yang belum pernah kurasakan dalam hidupku menyerangku. Penisku yang bercokol di dalam vagina adikku merasakan rasa panas dan kontraksi otot vagina adikku. Rasanya seperti disedot oleh sebuah vakum cleaner. Aku pun segera menggerakan pinggulku dan memompa tubuh adikku. Adikku menangis dan menjerit:” Aduhh..aahh..uuhh..am..pun..ka k…lep..as..kan..pana ss…sakitt!!” “Kak..Adii..mengo..uuhh..yak.. aduh…tubuhku!!! ” Aku tidak tahan dengan rengekan adikku, karena itu aku segera menggunakan celana dalam adikku untuk menyumpal mulutnya sehingga yang terdengar hanya suara Ughh..Ahhh.

Setelah sekitar lima belas menit, adikku tidak meronta lagi hanya menangis dan mengeluh kesakitan. Darah masih berkucuran di sekitar vaginanya tapi tidak sederas tadi lagi. Aku sendiri memeramkan mata merasakan kenikmatan yang luar biasa. Aku semakin cepat menggerakan pinggulku karena aku merasa akan segera mencapai klimaksnya. Sesekali tanganku menampar pantat adikku agar dia menggoyangkan pinggulnya sambil berkata:’ Who is your Daddy?” Sebuah dilema muncul di pikiranku. Haruskah aku menembak di dalam rahim adikku atau di luar? Aku tahu kalau aku ingin melakukannya di dalam, tapi bagaimana bila adikku hamil? Ahh… biarlah itu urusan nanti, apalagi aku tahu di mana ibuku menyimpan pil KBnya. Tiga menit kemudian..crott..crottt..akupu n menembakan cairan hangat di dalam rahim adikku. Keringat membasahi kedua tubuh kami dan darah keperawanan adikku membasahi selangkangan kami dan sprei tempat tidur.

Aku membiarkan penisku di dalam vagina adikku selama beberapa menit. Kemudian setelah puas, aku mencabut keluar penisku dan tidur terlentang di samping adikku. Aku kemudian membebaskan tangan adikku dan membuka sumpalan mulutnya. Kedua tanganku bersiap untuk menerima amukan kemarahannya. Namun di luar dugaanku, dia tidak menyerangku. Adikku hanya diam membisu seribu bahasa dan masih menangis. Posisinya masih tidur dan hanya punggungnya yang mengadapku. Aku melihat tangannya menutup dadanya dan tangan lainnya menutup vaginanya. Dia masih menangis tersedu-sedu.

Setelah semua kepuasanku tersalurkan, baru sekarang aku bingung apa yang harus kulakukan selanjutnya. Semua kejadian ini di luar rencanaku. Aku sekarang sangat ketakutan membayangkan bagaimana kalau orang tuaku tahu. Hidupku bisa berakhir di penjara. Kemudian pandangan mataku berhenti di kamera. Sebuah ide jenius muncul di pikiranku. Aku mengambil kameranya dan segera memfoto tubuh telanjang adikku. Adikku melihat perbuatanku dan bertanya: ”Kak Adi, Apa yang kau lakukan? Hentikan, masih belum cukupkah perbuatan setanmu malam ini? Hentikan…” Tangannya bergerak berusaha merebut kameraku. Namun aku sudah memperkirakan ini dan lebih sigap. Karena tenagaku lebih besar, aku berhasi menjauhkan kameranya dari jangkauannya. Aku mencabut keluar memori card dari kameranya dan berkata: “Kalau kamu tidak mau foto ini tersebar di website sekolahmu, kejadian malam ini harus dirahasiakan dari semua orang. Kamu juga harus menuruti perintah kakakmu ini mulai sekarang.”

Wajah adikku pucat pasi, dan air mata masih berlinang di pipinya. Kemudian dengan lemah dia mengganggukkan kepalanya. Sebuah perasaan ibaratnya telah memenangi piala dunia, bersemayam di dadaku. Aku tahu, kalau mulai malam itu aku telah menaklukan adikku yang bandel ini. Kemudian aku memerintahkan dia untuk membereskan ruangan kamarnya dan menyingkirkan sprei bernoda darah dan potongan dasternya yang koyak. Selain itu aku segera menyuruhnya meminum pil KB yang kudapat dari lemari obat ibuku. Terakhir aku menyuruhnya mandi membersihkan badan, tentu saja bersamaku. Aku menyuruhnya untuk menggunakan jari-jari lentiknya untuk membersihkan penisku dengan lembut.



Malam itu, aku telah memenangkan pertempuran. Selama seminggu kepergian orang tuaku, aku selalu meniduri adikku di setiap kesempatan yang ada. Pada hari keempat, adikku sudah terbiasa dan tidak lagi menolakku biarpun dia masih kelihatan sedih dan tertekan setiap kali kita bercinta. Aku juga memerintahkannya untuk membersihkan rumah dan memasakan makanan kesukaanku. Aku juga memberi tugas baru untuk mulut mungil adikku dengan bibirnya yang merah merekah. Setiap malam selama seminggu ketika aku menonton TV, aku menyuruh adikku untuk memberi oral seks. Dan aku selalu menyemprotkan spermaku ke dalam mulutnya dan menyuruhnya untuk menelannya.

Ketika orang tuaku kembali minggu depannya, aku memerintahkan adikku untuk bersikap sewajarnya menyambut mereka. Ketika ibuku memeluk adikku, aku melihat wajah adikku yang seperti ingin melaporkan peristiwa yang terjadi selama seminggu ini. Aku pun bertindak cepat dan berkata pada ibuku: “Ibu, gimana perjalanan ibu? Tunjukan dong FOTOnya kepada kami berdua.” Ibuku tersenyum mendengar ini dan tidak mencurigai apa pun. Tapi adikku menjadi sedikit pucat dan tahu makna dari perkataanku. Dia pun tidak jadi berkata apa-apa.

Sejak itu, setiap kali ada kesempatan, aku selalu meniduri adikku. Tentu saja kami mempraktekan safe sex dengan kondom dan pil. Setelah dia lulus SMA, kami masih melakukannya, bahkan sekarang dia sudah menikmati permainan kami. Terkadang, dia sendiri yang datang memintanya. Ketika dia lulus SMA, aku yang sekarang sudah bekerja di sebuah bank bonafid dipindahkan ke Jakarta. Aku meminta orang tuaku untuk mengijinkan adikku kuliah di Jakarta. Tentu saja aku beralasan bahwa aku akan menjaganya agar adikku tidak terseret dalam pergaulan bebas. Orang tuaku setuju dan adikku juga pasrah. Sekarang kami berdua tinggal di Jakarta dan menikmati kebebasan kami. Hal yang berbeda hanyalah aku bisa melihat bahwa adikku telah berubah menjadi gadis yang lebih binal.
Cerita Seks | Ngentot dengan ibu Dosen ku yang Cantik

Cerita Seks | Ngentot dengan ibu Dosen ku yang Cantik



Cerita Seks | Ngentot dengan ibu Dosen ku yang Cantik.Namaku Adi, dosen di Perguruan Tinggi Swasta, seminggu yang lalu, aku dikerjai dua mahasiswiku. Kebetulan si dua mahasiswi tadi Dewi dan Sinta mendapat nilai yang dibawah standar. Mereka tergabung dengan 3 mahasiswi lainnya yang juga mendapat nilai dibawah standar. Entah kenapa aku menemukan anomali dari kelas ini, cowok-cowok yang biasanya nilainya berantakan malah pada bagus-bagus, sedangkan cewek-cewek pada jelek-jelek.



Dengan langkah semangat aku masuk ke kelas, wajah-wajah tegang sudah tergambar di wajah mahasiswa ku. Perlahan aku jelaskan mekanisme nya, setelah yakin mereka paham aku berikan kertas ujian itu satu per satu. Aku sengaja menyimpan hasil ujian Sinta dan Dewi untuk aku berikan secara private di ruang dosen. Benar saja setelah saya bagikan kertas ujian kelas jadi gaduh bukan kepalang. Karena senang.

Adi: “TENANG!!!!, Bagi yang nilainya di atas 50 silahkan tinggalkan ruangan” kataku menenangkan.
Tanpa dikomando dua kali anak-anak berebut keluar kelas. Menyisakan 5 mahasiswi di kelas itu. Dewi dan Sinta mendatangi mejaku dan bertanya.
Sinta: “Pak, kami belum dapat kertas ujiannya”
Adi: “Masa? Tapi nilai kalian ada di sini kok, kataku sambil memperlihatkan hasil ujian mereka, kamu Sinta dapat nilai 45, sedangkan kamu Dewi dapat nilai 35”
Sinta: “ Kok bisa pak? bukannya saya sudah ikut ‘ujian khusus’? masa masih ngga lulus juga?”
Dewi: “Pak temen sebelah saya yang nyontek saya aja dapet 60, masa saya dapet 35?”
Adi: “Ok, nanti saya cari dulu di ruangan, saya ngga ingat salahnya dimana”
Sinta dan Dewi berpandangan sambil senyum kecut, dan menjawab hampir bersamaan “Baik Pak”

Setelah mereka berdua duduk, aku absen satu per satu, dan kemudian aku jelaskan mekanisme ujian perbaikan. Pelan aku sapu pandanganku ke mereka sambil menguji apakah mereka paham. Aku ngga tahu mereka janjian atau bagaimana, tapi semua dari mereka menggunakan tank top yang sangat menggoda. Nggak perlu aku amati dengan detil pun aku tahu mereka tidak pakai bra, karena putting mereka yang menonjol dengan indahnya. “Assshhh sudah Adi, focus!!!” Kataku dalam hati. Tak berapa lama penjelasan itu berakhir, mereka sepakat untuk mengerjakan tugas sebagai pengganti ujian perbaikan.

Sinta dan Dewi mengikutiku saat masuk ke ruang dosen, tepat di depan pintu Sinta bertanya:
Sinta: “Satu-satu atau berdua pak?”
Adi: “Berdua lah, masa sendiri-sendiri?”
Sinta: “Kirain bapak ketagihan, hehe” dengan nada lirih dan nakal
Adi: “… ”speechless aku menjawabnya, pengen jawab iya tapi malu, pengen jawab nggak padahal emang ketagihan.

Setelah mereka masuk, aku berikan 2 hasil ujian yang memang aku sembunyikan. Sengaja aku berikan kertas ujian itu terbalik, maksudku biar si Dewi tau apa yang aku lakukan terhadap Sinta.
Adi: “ini kertas ujian kalian, coba di cek apa yang salah”
Beberapa saat mereka serius membaca kesalahannya satu per satu, sampai tiba-tiba Dewi terbelalak melihat kertas jawaban yang dipegangnya. Bagi yang sudah baca catatan sebelumnya pasti tahu apa yang ditulis Sinta. Alih-alih menjawab pertanyaan, Sinta malah menuliskan desahan mesranya di lembar jawaban ujian, kurang lebih seperti ini ”Wealth of Nationssshhh adalah saaaalaahsss satu ahhh Pak…naik pak…ahh situ pak…salah satuuu pengarang ahhhh”. Tentu saja si Dewi kaget bukan kepalang, herannya dia malah melanjutkan membaca kertas jawaban itu sambil menggoyang-goyangkan kakinya, tampaknya tulisan Sinta membuatnya horny. Tak berapa lama Sinta menyadari bahwa kertasnya tertukar.
Sinta: “Pak, ini bukan kertas jawaban saya”
Adi: “Masa sih??” jawabku pura-pura ngga tahu.
Sinta: “Iya pak nih namanya dilihat dong”
Dewi: “Iya pak, salah nih” ujar Dewi sambil bergetar menahan napsu setelah baca tulisan Sinta di lembar jawaban.
Adi: “Ya sudah ditukar saja, kemudian dicek apa saya salah ngoreksinya”
Sinta+Dewi: “baik pak”

Setelah bertukar kertas jawaban, giliran Sinta yang tersipu dan senyum-senyum sendiri, sambil kadang melirikku nakal penuh makna. Aku hanya membalasnya dengan senyuman tipis. Lalu Dewi memulai pertanyaan.
Dewi: “Kok nomer 3 salah pak? perasaan saya tadi liat temen yang nyontek saya nomer 3 bener kok”
Adi: “Ok bawa ke sini lembar jawaban temenmu itu”
Dewi: “Baik pak” Dewi bergegas siap-siap untuk keluar
Sinta: ” Saya ikut keluar pak?”
Adi: “Nggak usah mbak, kamu ngga lama kan Dewi?”
Dewi: “Nggak pak”

Setelah Dewi keluar, suasana jadi kikuk. Aku mencoba mematahkan suasana itu dengan pertanyaan
Adi: “Gimana mbak? Ada yang mau di komplain?”
Sinta: “Nggak pak, malu aja, bingung kenapa saya nulis kayak gini”
Adi: “Hahaha, saya juga heran mbak”
Sinta: Abis jilatan bapak enak banget siiihhh” katanya manja sambil berkerling nakal.

Tiba-tiba Sinta menyelusupkan kaki nya ke celah meja ku, dan tanpa permisi dia raba-raba kontolku pake jari-jari kakinya. Aku hanya diam, dan tersenyum sambil nahan horny. Si kontol ngga mau kompromi, tiba-tiba dia mengeras dan Sinta pun tersenyum senang
Sinta: “Nah gitu donk pak”
Adi: “Nakal kamu ya”
Aku balas olahan kaki nya dengan olahan kaki ku, kebetulan dia pakai rok mini, dengan leluasa aku selipkan di antara kedua paha nya. Aku mainkan jempolku di belahan memeknya, dan dia membelalak sambil tersenyum nakal
Sinta: “Pakkkk….shhh…ntar ketauan Dewi lho”
Adi: “Hehe…Dewi kan lagi keluar” jawabku nakal
Sinta: “Iiihhh Bapak genit…shhhh ke bawah dikit pak…shhh”

Tiba-tiba Sinta mundur dari kursinya, dan dia nyelusup ke bawah kolong mejaku. Aku kaget tapi ngga bisa menghindar karena persis dibelakang kursiku adalah tembok ruangan.
Adi: “Hei Sint…kamu ngapain?”
Sinta: “Bikin bapak seneng biar bapak ngelulusin Sinta”
Adi: “Hei…kamu pikir…dengan begi….” Zreeettt suara resletingku ditarik….”begini…ka…ka…mu” kata terbata-bata antara grogi dan horny ..”bisa lulus??”
Sinta diam ngga menjawab dan malah asyik ngejilat-jilat kontolku dari luar CD.

Adi: “Sin, udah sin…shhh…kamu ngga bakalan lulus kalo cuma dengan gitu…”
Dia diam dan focus menjilati selangkanganku….dia gigit-gigit kecil kontolku
Adi: “ SINTA….”
Sinta: “Kalo bapak mau Sinta berhenti, bapak cuma tinggal bilang ‘HENTIKAN’ pasti Sinta berhenti” katanya menggoda
Adi: “….” Lagi-lagi aku speechless, aku hanya diam, mau bilang ‘hentikan’ kok enak banget tapi kalo mau bilang ‘teruskan’ rasanya kok risih. Ah biar lah …aku duduk menyenderkan tubuhku di kursi dan membiarkan Sinta menikmati kontolku dari luar cd. Dengan lincah Sinta menyelipkan kontolku di belahan cd dan nongol lah si gundul kebanggaanku.

Sinta: : “Ini dia nih yang bikin Sinta kangen…Sinta jilat ya pak…”
Adi: “ Tapi bukan berarti kamu lulus lho ya?”
Sinta: “….ah Sinta udah ngga peduli itu lagi pak, Sinta cuma kangen sama ini, SLUURPPPSSSSS…”

Sinta menjulurkan lidahnya disaputnya belahan kontolku dan dimainkan dengan nakal. Ughhh ngilu rasanya. Dia kocok batang kontolku sambil dia kulum dan kenyot kepalanya. Ughh aku hanya bisa mendesis pelan. Tiba-tiba:

Tok-tok-tok

Adi: “ Sint udah Sint…ada orang” Sinta cuek aja dan malah tambah ganas.

Tok-tok-tok-tok … “Ini Dewi pak”

Adi: “ iyaaa silahkan” jawabku terbata-bata karena nahan enak di bawah pinggangku

Dewi: “Pak temen saya yang nyontek saya udah pulang, jadi saya mesti nyusul ke kos nya, Bapak masih lama disini?”

Adi: “Ehmmm” kataku sambil nahan ngilu “masih…sampai jam 5 mbak”
Dewi: “Baik pak, saya akan segera cari temen saya itu, Sinta udah keluar ya pak?”
Adi: “Sudah mbak, sudah lama kok” kataku bohong
Dewi: “Oww, ya udah pak, saya pamit dulu”
Adi: “Ok mbak”
Legaaa rasanya si Dewi pergi, jadi bisa focus lagi ke kenikmatan yang diberikan Sinta.
Adi: “shhhh Gila kamu Sint…nekat banget”kataku sambil ngelus rambut Sinta
Sinta: “hehe kadang yang nekat-nekat bikin Sinta tambah hot pak”
Adi: “pantesan kok kerasa lebih ngilu awwww jangan digigit Sint…sshhh”
Aku hanya mengiyakan dalam hati, memang kenyotan Sinta kali ini terasa lebih hot dan liar dibandingkan kenyotan dia minggu lalu.

Kriiinggg, suara bunyi telpon internal di mejaku berbunyi “ah shit lagi enak-enak gini ada telp” batinku

Adi: “Halo, Adi disini, ini dengan siapa?”
Ines: “ini Ines pak, staff jurusan, sekedar mengingatkan bapak ada rapat dosen 5 menit lagi”
Adi: “Ok Nes, saya berangkat”
Ines: “Kami tunggu pak”
Adi: ”Sint udahan dulu, Bapak ada rapat”
Sinta: “Ahhh bapak…dikit lagi pak, Sinta pengen sampe bapak keluar..”
Adi: “masih lama Sint…percaya deh, waktu itu aja butuh 20 menit kan? Kataku senyum nakal, bapak buru-buru nih”
Sinta: “ahhh bapak….trus nanggung donk nih…istilah ABG nya kentang nih pak”
Adi:” haha istilah apa tuh?”
Sinta: “iya kalo udah mau keluar trus ngga jadi dan nanggung namanya kentang pak kayak kentang rebus…”
Adi” haha, ada-ada aja, ok gini aja deh kamu cari tempat yang nyaman, nanti kita tuntaskan setuntas-tuntasnya biar ngga kentang”
Sinta: “hmmmm…tapi janji ngga merawanin Sinta ya pak?”
Adi: “Beres bosss…”
Sinta: “Janji juga ngelulusin Sinta di kuliah ini?”
Adi: “hahaha…liat nanti yaaaa…”
Sinta: “ hehe namanya juga usaha pak…hmmm masalah lulus atau nggak terserah bapak deh, yg penting buat Sinta sih…bisa ngemut lagi…,” katanya sambil mengerling nakal, “ok pak Sinta cari tempatnya ya?”
Adi: “ok … cari yang aman ya… mahal dikit ngga papa”
Sinta: “Ok bapakku sayang…daaaahh” katanya genit sambil meninggalkan ruanganku
Adi: “dahhh… Sinta…”

Aku bergegas ke ruang rapat. Yang sudah penuh, hingga aku akhirnya harus duduk di sebelah Ines, tepat di pojok ruangan.
Adi: “kosong Nes?”
Ines: “Kosong pak, kok tumben telat pak?”
Adi: “Biasa ada mahasiswa konsultasi”
Ines: “Mahasiswa apa mahasiswi pak?” katanya menggoda “saya sering liat banyak mahasiswi cekikikan kalo bapak lewat”
Adi: “Ah Mbak Ines bisa aja…jangan-jangan Mbak Ines ikut cekikikan?” kataku balas menggoda
Ines: “hihihi…nanti saya bilangin Bu Adi lho pak…”
Adi: “nanti aku bales bilangin suami mu donk…”
Ines: “Lha emang kita ngapain sih pak?” katanya genit
Adi: “Kalo sekarang sih belum ngapa-ngapain ngga tau 5 menit lagi, hehehe”
Ines: “ 5 menit lagi rapat pak…”
Adi: “saya milih rapet aja sama mbak Ines…”
Ines: “Pantes mahasiswi pada cekikikan pak, dosen nya genit banget hihiihi”

Aku hanya tersenyum kecut. Pikiran iseng ku berkembang, aku senggol-senggol dengkul Ines di dalam meja. Dia membalas senggolanku dengan wajah yang tetep jaim dan ngeliat ke depan. “hmmm gayung bersambut nih kayaknya” batinku. Aku lepas sepatu ku dan aku mulai raba betis nya dengan telapak kakiku yg berkaos kaki. Dia tetap diam dan tampak menikmati rabaan kaki ku, tanpa desisan tanpa perubahan ekspresi hanya mendiamkan apa yang aku lakukan.

Rapat pun dimulai, aku sudah ngga peduli dengan rapat ini, yang aku pedulikan adalah Ines, si staff jurusan yang baru 1 tahun bekerja di tempat kami. Ia punya suami, 1 anak, berkulit putih, berkacamata, rambut sebahu yang selalu dikuncir kuda dan bertubuh sangat proporsional dengan cup bra aku perkirakan 34 B. Pakaiannya yang selalu modis dan wangi, membuatku berpikir dia lebih pantas bekerja sebagai teller bank daripada admin jurusan.

Ines masih saja terdiam, meski bibir nya yang ranum mulai terbuka dan mendesis pelan “ssshhhh…” desisnya.

Posisi kami yang di sudut pojok ruangan membuat kami tidak perlu khawatir ada yang melihat kami. Gesekan jemariku semakin ke atas hingga ke belakang dengkulnya. Ia tampak menikmati ketika jempol kaki ku memainkan selahan dengkulnya desisannya bertambah nakal…
Ines: ”sshhhsss….shhhh”
Kaki ku naik menembus rok sedengkulnya dan terus hingga ke selangkangannya, dan tiba-tiba kaki ku dijepit dengan kedua paha halus nya. Dia mulai bergoyang pelan, takut ketauan aku pun berbisik ke Ines.
Adi: “ Jangan kebanyakan goyang Nes, ntar ketauan”
Ines: “ trusss gimana???”
Aku selipkan tangan ku ke rok mini nya tepat di luar cd nya, ia sempat terbelalak dan berbisik.
Ines: “duhhh jangan pak…kalo gini mah Ines tambah goyang pak, ntar ketauan yang lain”
Adi: “ asal kamu ngga banyak goyang ngga akan ketauan nes, kamu liat ke depan aja”
Ines:” shhhh pak… pak” jawabnya sambil menjepit erat tanganku.

Jari jemariku memainkan memek Ines dari luar cd, sungguh terasa betul seksi nya staff jurusan ku ini. Belahan memeknya terasa, yang artinya dia nggak mencukur bersih bulu-bulu di memeknya. Ini bikin aku tambah gregetan, aku elus-elus bibir memeknya pakai kedua jariku dan desisannya tambah intens
Ines: “shhh…shhh naik dikit pak…ahhhttt di situ pak…”
Setelah menemukan titik yang dimaui Ines, aku mulai lancarkan jurus kitik-kitik maut, ya memang konyol namanya tapi setiap kali aku lakukan jurus itu istriku selalu orgasme. Aku gesekkan jari ku ke atas dan ke bawah ke kiri dan ke kanan, berputar…dan FHOOM…menggelinjanglah si Ines…sambil aku rasakan memek nya yang berkedut tidak teratur.
Ines: “shhhh pakkkkk” desisnya manja…
Adi: “Ayo Nes keluarin di tangan saya”
Ines: “ iyhaaa pak….shhhh ahhhh…”desisnya
Aku lihat ines memejamkan mata sembari menggigit bibir dan aku rasakan cd-nya semakin bertambah basah.
Ines: “udah pak Adi…” katanya lemas dan puas
Adi: “enak Nes?”
Ines: “enak pak…tapi…lebih enak kalau yang gesek bukan jarinya Pak Adi” bisiknya nakal
Adi: “Trus apa donk?” kataku berlagak bloon
Ines:” Iniiii pakkk” sambil diremasnya kontolku ku yang sudah ½ ngaceng…
Adi: “ eitsss nakal ya…”
Ines cuek saja dan teru
Cerita Sex || aku perkosa abg sma yang montok

Cerita Sex || aku perkosa abg sma yang montok





Cerita Sex || aku perkosa abg sma yang montok – Cerita yang aku alami ini terjadi saat aku SMA. Sebut sajalah namaku maru. Aku ingin berbagi Cerita Seks Remaja : ku kepada kalian semua. Namun sebelum membaca Cerita Seks Remaja : ini siapkan dulu yah isi celana kalian . Jangan sampe basah dulu sebelum Cerita Seks Remaja : ini kelar dan selesai dibaca . Karena Cerita Seks Remaja : yang akan aku ceritakan disini merupakan cerita sex yang sangat hot dan bikin badan panas dingin. Dulu pada waktu aku sma aku berpacaran dengan gadis satu sma ku… sebut saja nama pacarku melly… Dia anaknya supel, pinter, cantik dan mempunyai bodi yang apik serta mulus dengan ukuran bra 36b. Aku menjalani masa pacaran dengan melly kurang lebih selama 6 bulan. Aku suka bertukar pikiran dengan pacarku tentang berbagai macam hal termasuk hal yang berbau seksual. Karena pengetahuan sex ku luas jadi aku bisa menjelaskan bermacam2 istilah, Posisi, serta tempat2 dimana kegiatan bejad itu enak untuk dilakukan karena aku sering melihat film bokep n membaca buku2 tentang sex.

Suatu hari pacarku aku ajak ke rumahku. Kebetulan waktu itu sekolah baru saja selesai mengadakan ujian akhir. Aku bertanya “melly kamu tidak ke rumah ku sekedar mengobrol”. Melly menjawab “aku mau2 saja kalau di rumah kamu tidak ada orang”. Aku langsung curiga ketika melly berkata seperti itu. Kebetulan rumahku siang ini lagi tidak ada orang karena smua keluargaku sedang ada undangan ke perkawinan saudara di sukabumi. Jadi di rumahku hanya ada pembantuku saja. Lalu aku membalas “Ya sudah kita berangkat sekarang yah ke rumahku”. Sesampainya di rumahku aku langsung mengajak dia ke kamarku yang terletak di lantai atas. Aku menyalakan komputerku dulu untuk mendengarkan lagu dari winamp. Sedang pacarku ke kamar mandi untuk ganti baju dan buang air.

Ketika dia keluar dari kamar mandi aku takjub melihat pakaian yang dikenakan oleh melly pacarku itu. Dengan tank top berwarna gelap dipadu dengan jaket tipis dan celana jeans. Aku bertanya kepada melly “kok kamu tumben pake baju yg sedikit kebuka ?”. Dia hanya tersenyum manis dan duduk di pahaku. Aku langsung terangsang ketika melly duduk dipangkuanku dengan pakain yang seperti itu dan wangi tubuhnya menggelitik bulu hidungku. Aku berbasa basi “jaket kamu dilepas aja kan cuma aku yang bisa ngeliat kamu”. Dibukalah jaket itu dan mulai terlihat tubuh sintal berwarna kecoklatan itu.

Langsung saja aku cium leher belakangnya. Lalu aku tiup dan jilat telinganya seperti menjilat ice cream. Aku rasa dia juga terangsang dengan perbuatanku itu. Dia berbalik badan kearahku sehingga wajahku bertemu dengan wajahnya. Dia berkata “ih geli tau digituin”. Aku hanya tersenyum saja. Aku lalu mencium bibirnya yang merah dan tipis. Ternyata dia membalas ciumanku. Lalu aku bersilat lidah dengannya. Ternyata walau dia baru pertama kali berciuman tapi sudah mahir mengikuti irama permainan bibirku. Mungkin karena sering aku jelaskan panjang lebar tentang hal itu. hehe… Selama kurang lebih 7 menit itu aku melakukan french kiss dengan dia diatas bangku. Dia tampaknya kurang puas hanya dengan french kiss. Lalu dia bertanya menantangku sambil digesek gesekannya pantatnya tepat diatas kontolku “katanya kamu mahir dalam seks coba kamu buat aku terkesan dengan permainanmu ?” Kontol ku langsung mengeras dan menegang seketika.

Cerita Seks Remaja : Aku ajak saja dia ke kasur. Dengan posisi tiduran saling berhadapan kami melakukan french kiss lg tp kali ini disertai dengan tangan2ku yang bergerilya mulai dari tubuh bagian atasnya. Terdengar bunyi air liur dan kecupan kedua bibir kami. Perlahan aku turunkan tali tanktop itu agar terlihat payudaranya. Tapi dia menghentikan permainan sebentar lalu bertanya sambil bercanda “eits mau liat toketku ?” Aku mengiyakan pertanyaan melly. Terbukalah bagian atas tubuh melly dengan payudara yang masih padat dan molek. Sambil melalukan french kiss aku memainkan payudara nya dengan meremas2 dan memencet puting susu payudara pacarku dengan kedua tanganku. Dia tampak sedikit sakit tapi enak dengan perbuatanku itu. Lalu aku menjilati payudara dan menggigit puting susunya. Lagi2 dia tampak enjoy tanpa berbuat apa2 selain mendesah nikmat “ahh enak nton, terusin aja yah”. Karena dia tampak mulai hot tanganku mulai menggeranyangi bagian bawah tubuhnya sembari menjialati payudaranya.

Karena melly menggunakan celana jeans aku susah memasukkan jari2ku ke dalam liang vaginanya. Permainan berhenti sejenak. Aku bertanya “Kamu yakin ngga mau melepas gelar perawanmu padaku ? Kalo mau kita berdua bugil ?” Dia mengangguk pertanda dia mau. Akhirnya kami berdua melepaskan pakaian kami dan kami saling memandang mengagumi tubuh kami masing2. Melly dengan tubuhnya yang aduhai dan aku yang tubuhnya sedikit gemuk dan putih. Kami kembali ke kasur untuk melanjutkan pertempuran. Kami melakukan kissing lg sembari tanganku bermain di liang vagina dan payudaranya. Aku masukkan kedua jari tangan kananku ke liang vaginanya dan cairan hangat terasa di dlm vaginanya. Aku mengocok sembari memborbardir vagina melly dengan kedua jariku itu. Dia terasa lebih hot kali ini walau hanya mendesah tidak bersuara. Tapi skarang melly sudah berani memegang kontolku walau tak begitu besar. Lalu aku berkata “ehh say kita ganti posisi aja yu jd posisi 69 ?” melly mengangguk lg. Kami akhirnya bertukar posisi dan wah terlihat jelas vagina melly yang msh sempit dan wangi ditutupi bulu2 jembinya yg lebat. Aku menjilati sambil memainkan jariku di vaginanya sedangkan melly berkaraoke dibawah. Aku gigit sesekali bibir vaginanya dan melly pun membalas dengan menggigit batangku. “aww sakit nton tp enak de…. ahh…nton terusin…. ahhh !!!” Tiba2 cairan hangat dari vagina melly keluar karena reflek aku telan cairan itu saking enaknya di karaoke. Kontolku juga menjadi santapan yg lezat bagi melly. Melly mengulum dan mengocok kontolku seperti seorang ahli sex. Mantab rasanya.

Selama 30 menit kami melakukan posisi 69 melly berucap “nton aku pengen nyoba dimasukkin dong.” aku bersemangat skali melly berkata seperti itu. Aku langsung mengangkat melly keatas tubuhku dan menempatkan vaginanya tepat diatas kontolku. Walau agak licin tapi kontolku langsung masuk di lubang vaginanya. Melly menjerit kesakitan “ouch perih nton… kamu apain nie ?” aku menjawab “tenang kan baru pertama kali jadi agak susah masuknya.” melly hanya mendesah lg sedang aku menambah kecepatanku naik turun sembari meremas2 payudaranya. “uuh ahh ouch ihh sakit sakit… enak…. uuh…” Melly sudah tampak lemas. Aku ubah posisiku dengan posisi tubuh melly menungging dan aku berada diatasnya. Lagi2 aku mengatur kecepatanku agar stabil. Melly hanya menjerit dan nikmat. Lalu aku bertanya “kamu udah mau orgasme blum ?” Melly menjawab “aku bentar lg nih kayaknya mau keluar.” Aku langsung mengantisipasi hal itu. Aku ajak dia duduk saling berhadapan masih dengan kontolku yang berada didalam vagina. Dengan begini kan pasti lebih enak jelasku. Karena dia sudah mau keluar aku percepat saja gerakanku. Sambil ciuman dan tanganku yg meremas payudaranya aku terus mempercepat gerakanku. “ahh nton… oh yeah… terus nton…”, kata melly. Lalu aku merasakan vagina melly seperti menyempit dan ada cairan hangat yg menyentuh kontolku. “aduh aku keluar juga deh nton akhirnya”, kata melly. Aku hanya mengiyakan dan melanjutkan permainan panas kami.

Setelah beberapa lama kami bermain posisi itu kami ganti posisi lagi. Kali ini dengan tubuh melly yang terbaring dibawah karena lemas dan aku berada diatas. Kaki aku menekuk dan kaki melly di pundakku sehingga lubang vagina melly terbuka. Aku coblos lg vagina melly “ahhhhhh uuuuuuhhhhhh enaaaaaaakkk yeaaaaah…..”Aku tarik ulur kontolku pelan2 karena aku melihat muka melly yang sudah terkulai lemas tak berdaya. Aku kasihan sama melly karena ini adalah pengalaman pertamanya. Jadi kupikir akan kuhentikan saja permainanku ini. Kan masih ada hari esok pikirku. Karena aku belum keluar aku menyuruh melly mengulum dan mengocok kontolku. Beberapa menit kemudian cairan spermaku akhirnya keluar di dalam mulut melly. “mantab kau mel…”, pujiku. Kami berdua akhirnya tertidur lelap selepas melakukan perbuatan bejad itu dengan tubuh kami berdua yang masih telanjang.

Cerita Seks Remaja : Tak terasa hari sudah menjelang maghrib, kami terbangun dengan tubuh yang telanjang dan mandi berdua. Setelah itu aku antar dia pulang ke rumahnya tepat sebelum keluargaku datang. Memang permainan itu merupakan pengalaman pertama bagi dia tapi tidak bagi aku. Setelah kejadian itu kami sering melakukannya di rumahnya atau di mobil dalam waktu perjalanan. Tetapi permainan melly skarang sudah mengalami kemajuan.